Mountaineering Dasar

A. PENDAHULUAN
Mountainering adalah semua jenis kegiatan alam bebas yang memerlukan peralatan tertentu serta keterampilan atau keahlian yang memadai, oleh karena risiko yang dihadapi sangat tinggi. Mendaki gunung bukan olah raga biasa, setidaknya pendaki gunung harus memiliki mental yang lebih. Keterampilan, kecedarsan, kekuatan dan daya juang yang tinggi. Hal ini karena tantangan yang akan ia hadapi ketika menjalankan aktivitasnya sebagai penggiat alam bebas. Pada hakekatnya tantangan yang dihadapi itu akan menguji kemampuaan diri sendiri. Keberhasilan itu berarti keunggulan terhadap rasa takut dan kemenangan menghadapi diri sendiri. Pendakian gunung dimulai sejak dua abad yang lalu. Ketika puncak pegunungan Alpen sudah berhasil didaki, para pendaki mengalihkan perhatiannya ke pegunungan Himalaya.pendakian gunung inilah yang mengawali lahirnya panjat tebing atau Rock Climbing. Beberapa tokoh dunia dalam kegiatan pendakian, diantaranya Yvon Chouinard merupakan pemanjat pertama pada dinding utara El Capitan dan juga merupakan penemu dari pasak piton : Royal Robbins pada usia 17 tahun sudah menjadi pemandu serta mengembangkan teknik Yosernite Decimal System, yaitu sistem untuk menilai tingkat kesulitan pemanjat. Patrick Berhault pemanjat asal prancis melakukan petualangan selam 6 bulan melakukan pemanjatan 22 puncak di tebing-tebing sekitar pegunungan Alpen dari timur ke barat. Alex dan Thomas Huber, Kakak beradik yang membuat jalur yang diberi nama Golden Gate di El Capitan dengan sistem pemanjatan Free Climbing.

B. JENIS-JENIS PEMANJATAN
Menurut bentuk dan jenis medan yang dihadapi
Hill Walking / Feel Walking Perjalanan mendaki bukit yang relatif landai. Tidak membutuhkan peralatan teknis mendaki. Hal utama adalah jalur pemanjatan sudah tersedia. Perjalanan ini dapat memakan waktu sampai beberapa hari, sehingga keterampilan memilih tempat untuk beristirahat sangat diperlukan, kadang-kadang sudah tersedia.
Scrambling Pemanjatan setahap demi setahap pada suatu permukaan yang tidak begitu terjal. Tangan kadang-kadang dipergunakan hanya untuk keseimbangan.
a. Face Climbing Yaitu pemanjatan pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki dan lengan. Friction / Slab Climbing Teknik ini semata-mata hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu.
b. Fissure Climbing Teknik ini memanfatkan celah yang di pergunakan oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak. Dengan cara demikian, dan beberapa pengembangan dikenal teknik sebagai berikut. Proses memanjat merupakan gabungan dari berbagai kegiatan dasar, yaitu :
• Mengamati, mengenal medan dan menentukan lintasan yang akan dilalui baik secara keseluruhan maupan selangkah, yang sangat menentukan untuk langkah berikutnya.
• Memikirkan teknik yang akan dilalui baik secara keseluruhan maupun selangkah demi selangkah.
• Mempersiapkan peralatan yang diperlukan.
• Gerakan memanjat yang sesuai dengan lintasan dan teknik yang direncanakan.

C. BELAYING
Adalah suatu cara yang digunakan untuk mengulur tali, juga teknik untuk secara cepat menahan atau mengamankan pemanjat apabila terjatuh. Semua system proteksi dari Rock Climbing tergantung kepada kepastian dari kerja belay Anchor dari Belayer.

D. SISTIM PENDAKIAN
Dikenal dua macam system pendakian, yaitu a. Himalayan Style Sistem ini biasanya dengan rute perjalanan yang panjang, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai puncak. Pendakian ini terdiri dari beberapa kelompok dari tenpat peristirahatan. Pemanjatan dengan cara menghubungkan antar base camp melalui tali, perlengkapan dan makanan dikirim secara estafet dari camp ke camp. Sehingga dengan salah satu orang dari seluruh tim berarti pendakian ini sudah berhasil untuk seluruh tim. b. Alpine Style Sistem ini banyak di kembangkan di pegunungan di Eropa. Pendakian ini memiliki rute relative singkat sehingga semua pendaki harus sampai ke puncak baru, pendakian baru dianggap berhasil. Pemanjatan tidak lagi berhubungan dengan base camp, semua perlengkapan di bawa terus.

E. TEKNIK TURUN/ RAPPELING
Teknik ini digunakan untuk menuruni tebing. Dan dikatagorikan sebagai teknik yang sepenuhnya bergantung pada peralatan. Prinsip Rappelin sbb :
• Menggunakan tali rappel sebagai jalur lintasan dan tempat bergantung.
• Menggunakan gaya berat badan dan gaya tolak kaki pada tebing sebagai pendorong gerak turun.
• Menggunakan satu tangan untuk keseimbangan dan tangan lainnya untuk mengatur kecepatan turun.
• Dalam melakukan rappeling usahakan posisi badan selalu tegak lurus dengan yebing, dan jangan terlalu cepat turun.
Macam-macam dan variasi teknik rappelling
a. Body Rappel Menggunakan peralatan tali saja yang dibelitkan sedemikian rupa pada bagian badan. Pada teknik ini terjadi gesekan antara badan dengan tali, sehingga badan yang bergesekan akan panas.
b. Brakebar Rappel Menggunakan sling/ tali tubuh, carabiner, tali dan brakebar. Modifikasi lain dari brakebar adalah figure of eight pemakaiannya hampir sama di mana gaya gesek diberikan pada Descender atau brakebar.
c. Sling Rappel Menggunakan sling, tali tubuh, carabiner dan tali. Cara ini juga sering disebut sebagai tekhnik prusiking.
d. Arm Rappel Menggunakan tali yang dibelitkan pada kedua tangan melewati bagian belakang badan. Dipergunakan untuk tebing yang tidak terlalu curam.

F. PERALATAN DASAR MOUNTAINERING
1. Tali Lintasan Fungsi utama tali adalah untuk melindungi pendaki dari pengaman apabila jatuh. Mengingat fungsi dari tali sanagt penting, maka tali harus kuat. Macam tali berdasarkan kelenturannya :
a. Statis Rope Tali pendaki yang memiliki kelenturan mencapai 2-5% dari berat maksimum yang di berikan, sifatnya kaku.
b. Dynamik Rope Tali pendakian yang kelenturannya mencapai 5-15% dari berat maksimum yang di berikan, sifatnya lentur dan fleksibel. Macam tali lintasan berdasarkan bahan pembuatannya : * Tali serat alam Tali jenis ini sudang jarang digunakan, kekuatan tali ini rendah dan mudah terburai, tidak memiliki kelenturan. * Hawser Laid Tali sintetis plastic yang dijalin seperti tali serat. Tali relatif lebih kuat kelemahannya adalah tali ini kurang tahan terhadap bahan kimia dan tali ini sulit untuk disimpul. Mempunyai kelenturan rendah. * Carnmantel Rope Tali yang sering digunakan untuk segala jenis kegiatan mountainering, tali ini terdiri dari dalam dua lapisan terbuat dari baja yang kuat, kemudian ditutup dengan lapisan luar yang terbuat dari mantel. 2. Webbing (tali pita) dan sling Memiliki bentuk seperti pita dan ada 2 macam :
a. Lebar 25 mm berbentuk tabular (dua lapis) sering di gunakan untuk tali tubuh, swambelt, dan alat berbentuk peralatan lainnya.
b. Lebar 50 mm dan berbentuk pipih Sedangkan sling adalah pita lingkar yang terbuat dari tabular webbing. Fungsinya membuat natural point, menrangi gaya gesek / memperpanjang point, mengurangi gerakan pada chock, dan piton yang terpasang.
3. Carabiner Ada 2 macam carabiners, yaitu : 1. Carabiner Screw Gate ( menggunakan kunci pengaman ) 2. Carabiner Non Screw Gate ( tanpa kunci pengaman )
4. Descender Beberapa jenis Descender : a. Figure of Eight b. Auto Stop dan Non Auto Stop c. Modifikasi Carabiners
5. Ascender Macam Ascendeur adalah : prusik, jumar, dan clog.
6. Pasak / Piton Ada 4 jenis piton a. Bongs c. Knife- blades dan b. Bugaboos d. Angle.
7. Chock Chock sering di sebut dengan pengaman sisip yang macamnay adalah :
a. Stoper (simetris)
b. Hexentrik (simetris/segi 6)
c. Tri Cam (seperti pengungkit)
d. Copper Head (bandul tembaga)

8. Friend / Pengaman Sisip Pegas
9. Harness / Sabuk Pengaman Jenis-jenis harness panjat : Full body harness ,Sit harness
10. Helm
11. Sepatu
12. Etrier/Stir Up (Tangga)
13. Hammer (Palu)
14. Baut, Hanger dan Bor Tebing
15. Shunt (Pengaman Panjat Bebas)
16. Grigi

PENUTUP
DILARANG Mengambil sesuatu kecuali gambar, meninggalkan sesuatu kecuali jejak kaki membunuh sesuatu kecuali waktu
WAJIB Memberitahukan kepada teman/ keluarga/ yang berkepentingan kemana setiap penggiat alam bebas akan pergi mguelakukan petualangan dan beritahukan kapan hari/ tanggal/ jam akan pulang. Bila terlambat oleh sebab apapun diusahakan menghubungi lewat telepon.
INGAT Jangan memaksakan diri apabila kesehatan atau keterampilan tidak memadai.

(Minggu, 26 Januari 2014)